MEMORI KBS
OLEH:
Hilda Wahyuni
KELAS XI.IA.1
SMAN 3 BATUSANGKAR
(PROGRAM LAYANAN KEUNGGULAN TANAH DATAR)
TAHUN AJARAN 2008/2009
Pagi ini aku bangun telat lagi. Semua teman kosku sudah pada bangun dan sudah selesai mandi. Dengan terhuyung-huyung aku tergopoh-gopoh menuju kamar mandi. Sudah seminggu ini aku bangun jam enam lewat terus. Mungkin karena kecapean dan tidur lewat tengah malam, belajar dan kegiatan disekolah sampai jam 6 sore. Maklum dalam minggi ini kami keluarga besar SMAN 3 Batusangkar akan mengadakan KBS (Kemah Bakti Siswa). Apalagi KBS kali ini akan diadakan bertepatan dengan ulang tahun sekolahku yang ke-4. makanya semua alamen disekolah sibuk mempersapkan segala sesuatunya.
Tak ketinggalan pula kelasku, kelas XI.IA.1 . kami musti menpersiapkan sarana dan perlengkapan KBS juga mempersiapkan sebuah antraksi kelas yang unik agar bisa memenangkan kompetisi antarkelas di KBS nantinya. Ditambah lagi mingu ini adalah minggi persiapan UH 1 Semester II. Jadilah kami semua supersibuk pontan panting mempersiapkan semuanya. Hhh…capeeeek!!!
Aku mandi dengan tergesa-gesa, badanku jadi tidak enak. Banyak kegiatan pagi in yang keteteran,sholat shubuh, masak nasi untuk sarapan pagi,baca buku yang biasanya dijadwalkan sehabis shalat shubuh. Selesai mandi aku shalat subuh dan bersiap-siap kesekolah.
“Yun…cepetan!!kita dah telat nih!?!!”teriak Rika, teman kosku. “ya…ya…sebentar,Yuni pasang sepatu dulu?”jawabku. kamipun menuju sekolah yang jaraknya lebih kurang 250 M dari kos. Dalam perjalanan kami tidak ada yang berbicara, sibuk dengan pikiran masing-masing.
Hari ini adalah hari terakhir kami persiapan KBS . acara lokalku belum juga kelar. Masih terjadi perdebatan ide-ide diantara teman-temanku.terlebih-lebih dari pihak cowok, mereka tidak mau begini tidak mau begitu. Suasana kelas sempat memanas, ada yang menangis,ada yang uring-uringan sendiri karena idinya tidak didengar. Akhirnya setelah perdebatan yang cukup panjang, dapatlah sebuah tampilan yang cukup uniklah. Kamipun mulai l;atihan. Dalam latihan pun banyak bercandanya. Hari sudah larut sore, semua kelas yang lain sudah pulang hanya kelas kami yang belum. Jam 18.00 barulah kami pulang., itupun persiapannya masih ancur-ancurnya.
Dengan langkah gontai aku berjalan nenuju kosko yang sejuk, damai, tenang dan tentram. Oh….kosku aku merindukanmu…:>
Aku menghempaskan tubuhku diatas tempat tidur mungil ukuran 200 x 75 cm milkku yang terletak dipojhok sebelah kanan kamar kosku. Disanalah pusat semua mimpiku, tem[pat untuk menenangkan kekacauan pikiranku. Walau hanya beralas dan berselimut kain panjang warisan almarhum bunda tercinta, namun nikmatnya tidak terkira.
Aku tertur kira-kira 30 menit, aduh enaknya..tubuhku terasa sedikit lebih segar. Langsungku sambar handuk merahkudan segara kekamar mandi. Sambil bersenandung kecil aku dengan khidmat menjalankan rutinitas dikamar mandi. “kak…. Cepat mandinya, aku mau ambil wudhu nih”. Teriak adik kosku yang baru kelas X. aku tersentak dari kekusyukanku dan cepat-cepat berpakaian, dan langsung keluar dari kamar mandi. Malampun berlalu seperti biasanya, perlahan-lahan namun pasti menggantikan tugas sang siang yang sudah sangat lelah bekerja selama 12 jam, menyelimuti alam yang juga sudah kelelahan memuntahkan polusinya
Pagi-pagi sekali aku bangun dari peraduan mempersiapkan barang-barang yang bakal dibawa KBS nanti. Hari ini kami tidak sekolah, jam dua siang nanti kami berkumpul untuk berangkat sama ke lokasi selesai packing aku masak untuk nasi yang akan dibawa nanti. Aku masuk ke kedai ibukos ku untuk belanja bahan-bahan masak. Tapi aku bingung mau masak apa ya?akukan masak hanya buat nasi satu bungkus itu saja.coba bantu fikir friend…..apa yang musti aku masak. Mau masak telur?ah bosan (cieeehh…sok mewah), daging?uang tidak cukup, tribol?nanti menu KBS ada juga tribol,…. Akhirnya kuputuskan untuk memasak sekalian untuk makan minggu depan. Kan bisa ditumpangin ditempat “mak Yu”(panggilan kesayangan ibukosku). Dan aku membeli ayam (katanya uang ngepas???)lalu akupun memasak.
Jam 2 aku berangkat ke sekolah, tempat berkumpul semua siswa sebelum berangkat menuju lokasi perkemahan. Disini terjadi hal yang menbuatku sedikit grogi. Menjelang kami berangkat (aku dan adek kelasku), datang si Dello, yang setidaknya dulu pernah singgah sejenak dihatiku. Awalnya aku iseng mnta dia mengantarkan aku kesekolah,ee… nggak taunya dia mau. Untuk menghilaangkan rasa grogi kusuruh dia mengantarkan adek kelasku dulu(cari-cari alasan untuk menghindar). Kiranya dia balik lagi menjemputku, mau tak mau akupun ikut dengannya.sepanjang jalan aku disorakin teman-teman yang tau hubungan aku dengan dia. Karena masih grogi pas tiba dihalaman sekolah, teman-teman telah ramai bangat, bungkusan ditanganku jatuh berantakan ke tanah. Padahal isinya nasi dan perlengkapan makan seperti piring, gelas,sendok dan mangkok. Aduh…malunya..!
Dengan perasaan kalut kupungut barang-barangku satu persatu,. Sedang si Dello kusuruh pulang, aku tidak mau nantinya teman-temanku berpikir yang tidak-tidak tentang aku dan Dello, karena pada kenyataannya memang tidak ada apa-apanya, aku menganggap dia sebagai sahabatku sendiri. Lagian sekarang dia juga sudah punya yang lain.
Aku langsung masuk kedalam kelas, di pintu kelas wali kelasku, Buk Fera, telah menunggu, beliau menyuruhku langsung memasukan barang-barangku kedalam mobilnya Hamdi yang telah standby dari tadi . mobil inilah yang akan mengangkut kami ke lokasi. Teman- teman dari kelas lain sudah pada berangkat duluan, begitu pula teman kelasku yang cowok, tinggal mobil yang kutumpangi yang belum. Masid ada satu orang temanku yang belum datang. Saat dihubungi katanya dia lagi dijalan, tapi belum juga nongol-nongol. Hingga kami bosan menunggunya.satu jam kemudian dia datang sambil senyum-senyum seperti tidak bersalah telah menyiksa kami dengan menunggunya. Tanpa basa bas kami lansung cabut menuju lokasi.sepanjang perjalana kami bersenandung sambil sesekali bercanda ria.
Perjalanan menuju lokasi yaitu di Jorong Rajodani kecamatan Padang Ganting,sangat menyenangkan.kami tidak melewati jalan yang bisa kesana, melainkan lewat jalan pintas “bukik putuih”. Jalannya berkelok-kelok dengan tanjakan dan turunan tajam, serta jalannya yang kecil membuat susah bila ada mobil yang berselisih, harus sangat hati-hati kalau tidak mau terguling kejurang yang menganga lebar disis jalan. Sesekali kami berteriak karena lonjakan mobil ynag melewati jalanan berbatu.
“Kamu tahu lokasinya kan Yun??”,tanya Buk Fera tiba-tiba. “Ya…rasanya sih ingat buk, tapi yuni belum pernah masuk kesana. Lokasinya nanti belok kanan buk!”. Jawabku sedikt gugup. Aku berusaha mengingat-ingat lokasinya, karena hanya aku yang sedikit tahu tempat itu. Dulu aku pernah tinggal selama tiga tahun di Padang Ganting untuk menyelesaikan SMPku disana. Aku kembali terbayang-bayang masa-masa di SMP itu, karena aku tak akan pernah bisa melupakannya. Disanalah aku mulai menyadari bagaimana hidup itu. Bagaimana kita harus hidu bermasyarakat, tinggal dengan orang yang bukan saudara kita. Disana pulalah aku mengerti bahwqa disekitar kita ada orang yang memiliki kepentingan seperti kita. Walau pun kepala sama hiatam, namun pendapat dan pemikiran tidaklah sama. Benar menurut kita belum tentu benar menurut orang lain. Dan ketika berada disanalah aku mulai mengenal siapa diriku….
Aku tersentak dari lamunanku ketika mobil yang kutumpangi berbelok kearah kanan, kelokasi perkemahan kami. Lokasi ini terletak di sam[ping SD Rajodani. Tempatnya cukup bagus, namun sayang untuk mandi numpang kerumah warga dekat sana dan sebagian di sungai batang Selo yang terletak dibawah lokasi. Kata orang dekat sana angker lho(hiiii..). aku dan teman menurunkan barang yang ada diatas mobil, teman yang telah duluan sampai membantu mengangkut ke tenda. Kuperhatikan semua lokasi, tampak dipojok ujung sebelah kiri berdiri sebuah tenda yang sangat besar. Itulah tenda anak lokal XI.IA.2 . dalam pemasangannya saja tidak bisa oleh tim pionier, terpaksa tentara kodim yang merupakan pemilik tenda itu turun tangan. Sedangkan tendaku sendiri berwarna putih terletak diantara kelas X.3 dan XI.IS. Ketika kami sampai disana para tim pionir kami belum selesai mendirikan tenda itu. Terpaksalah kami menunggu dan membantu menyiapkannya.sementara jam telah menunjukkan pukul 15.45. guru pembina suadah berkoar-koar lewat mikrofon di tenda posko. Kami harus shalat asyar dan langsung mengikuti acara pembukaan KBS. Dengan tergesa-gesa memasukkan barang ke dalam tenda, dan mengeluarkan baju PSL (pencak silat). Kami dari kelas sebelas akan menampilkan silat kolosal dalam acara pembukaan nanti. Setelah mengambil mukena kami langsung menuju mushalla yang berada didekat sana untuk melaksanakan shalat asyar. Disana aku brdoa semoga KBS kali ini lancar. Amin.
Acara pembukaan KBS pun dimulai.kamipun sudah berbaris dengan rapi ditengah-tengah lapangan dengan palkaian seragam PSL. Acara dibuka oleh MC. Diawali derngan pembacaan Alqur’an oleh qariah kebanggaan SMA 3 kak Radna Dewi, semua hening, khidmat menyimak alunan nada yang keluar dari mulut kak Radna. Acara pun berlanjut sebagaimana mestinya. Dalam acara pembukaan in hadir pula Camat Padang Gnanting, Kepala Dinas, Wali Jorong Rajodani dan pejabat yang yang ada di Padang Ganting lainnya. Tak ketinggalan pula kepala sekolahku yang baru, Bapak Masrizal Bur. Dan yang teristimewa adalah penampilan puisi “Assalamu’alaikum”oleh kakak-kakak dari kelas duabelas. Penampilan musikal puisi mereka berhasil memukau para tamu dan penonton yang hadir disana.
Dan sampailah pada acara penampilan silat kolosal. Kami pun mulai beraksi menurut yang telah diinstruksikan Pak Don, guru silat kami. Namunpada saat pertukaran tempat, yang perempuan didepan, tiba-tiba janjuntku berdegup kencang. Apa gerangan yang terjadi padaku?. Tepat didepanku dijajaran kursi para tamu, aku melihat seseorang yang sangat aku kenal sebelumnya. Ya dia Ibuk Ros. Ibuk yang dulu aku pernah tinggal dirumahnya selama 8 bulan. Aku teringat dulu beliau berjanji jika aku tinggal dirumahnya, maaka aku akan disekolahkannya sampai aku tamat kuliah. Namun apa yang terjadi, ketika aku mulai tinggal dirumahnya, ketiadakcocokan aku dengan ibunya membawa malapetaka bagiku. Disana aku diteror, diancam, dan disiksa secara bathin. Hidup selama delapan bulan disana membuatku makan hati, badanku kurus karena tekanan pikiran. Tapi mungkin itu perasaanku saja. Toh. Ibuk Ros dan suaminya sangat sayanng padaku. Aku sudah mereka anggap sebagai anaknya sendiri. Perilaku ibu beliaulah yang membuat aku tidak betah tinggal disana. Karena sayangnya mungkin, mereka meluluskan permintaanku untuk kembali ketempay aku yang lama.
Selesai acara pembukaan, aku ragu mau menemui beliau atau tidak.karena kulihat beliau sedang asyik berbicara dengan beberapa orang rekannya, aku batalkan niatku untuk menemuinya. Aku berlari ke tenda dan bersiap-siap shalat magrib dimesjid yang lumayan jauh dari perkemahan. Azan sudah berkumandang saat kami keluar dari perkemahan dan tergesa-gesa menuju ke masjid.
Dimasjid kami sampai shalat isya. W3aktu diantara kedua shalat tersebut diisi dengan ceramah agama oleh ustad yang didatangkan dari Batusangkar. Aku mendengarkan ceramah sang uutad sambil mata terkantuk-kantuk dan perut keroncongan. Ayo pak ustad, cepat selesaikan, perutku sudah meraung-raung nih…
Pulan dari masjid kam berjalan dengan tergesa-gasa karena tuntutan perut. Kiranya aku sejalan dengan Mr.Ay guru bahasa inggrisku. Sepanjang jalan aku, Mr.Ay, dan Rani teman tenda ku bercerita-cerita tentang cita-cita setelah tamat SMA. Saat Mr bertanya padaku aku jadi bingung menjawabnya. Mau kemana aku?.kalau Yuni jadi guru saja saran Mr Ay. Iya ya,kenapa tidak terpikir olehku. Padahal dari dulu kan aku pengen jadi seorang guru. Menurutku sosok seorang guru sangatlah bersahaja. Dia tanpa balas jasa mentransfer ilmu yang ia miliki pada anak didiknya. Tanpa seorang guru seorang anak tidaklah apa-apanya. Aku juga kata orang bahwa semakin kiota memberi ilmu pada orang lain, semakin bertambah ilmu kita. Aku ingin memberikan ilmu yang aku punya kepada orang lain, mana tahu bermanfaat bagi merka. Bukankah sebuah hadist mengatakan :”jika sorang mati maka putuslah segala aml ibadahnya kecuali tiga perkara yaitu amal jariyah,doa anak yang shaleh, dan ilmuyang bermanfaat bagi orang lain”. Dan aku ingin seperti itu. Do’akan aku ya…..
Acara pada malam hari adalah penampilan kreatifitas-kreatifitas siswa antarkelas. Setiap kelas telah mempersiapkannya masing-masing. Penampilan ini akan dinilai dan akan diberikan hadiah bagi kelas yang paling menarik penampilannya. Dan malam ini ada tiga lokal yang bakal menunjukan kebolehannya yaitu kelas X.1, X.2, dan XI.IS. kami semua duduk mengelilingi arena pertunjukan dengan membawa tikar kelas masing-masing.
Penampilan yang pertama adalah kelas X2. Kelas dubawah naungan pak Marthalius ini menampilkan acara yang berjudul”bukan empat mata”. Cukup menarik. Tampaknya mereka sangat menguasai arena, cara bicaranya lugas dan mampu berkomuniasi dengan penonton. Apalagi maskot kelasnya yag berasal dari purwokerto itu dengan pedenya beraksi didepan kami semuanya. Penampilan selanjutnya adalah kelas X1.IS yang menampilkan “musik dapua”. Sudah jelas penampilan mereka keren, wong para maskot seluruh kelas sepuluh dulu ada disana. Pakaian yang merka pakaipun sesuai dengan tampilan mereka, celana jeans, baju kaus dan jaket. Keren bangat. Namun sayang mereka tidak memakai jilbab.berbagai alat dapur mereka mamfaatkan mulai dariprring, baskom, sendok, ember, dan lain-lain. Dipermanis pula dengan petikan gitar oleh gitaris IS yang handal menambah semarak penampilan mereka.. tepuk tangan yang sangat meriah mengiringi mereka keluar dari arena pertunjukan. Penampilan yang terakhir malam itu adalah kelas X1. Cukup bagus namun membosankan karena yang m,ereka tampilkan adalah video klip lagu-lagu pop indonesia, dengan model yang itu-itu saja hingga belasan lagu.
Acara pun berakhir dan semua siswakembali masuk ketenda masing-masinguntuk beristirahat. Tenda kami cukup besar untk 11 orang penghuninya ini.mungkin karena capek, kami langsung merebahkan diri dengan berjejer sepanjang tenda. Ada yang langsung tidur dan ada yang masih berbicara dengan teman sebelah. Dan aku…… aku tidur dengan meluruskan tubuhku berpose mirip mayat terbujur dan tangan kulipat. Mataku masih mengedari wilayah tenda, ….hemmm…mewah juga tenda ini.benar-benar terlindungi, tidak bakal ada celah bagi hewan liar seprti ular untuk menyelinap ke tendaku. Insyaallah. Malampun berjalan menurut sunnatullah….kamipun terlelap dengann pulasnya.
Pagi sekali kami sudah pada bangun.kira-kira baru jam 04.00,tap mata tidak mau tidur lagi.kami siap-siap untuk shalat subuh (emang ada shalat subuh jam emapt dinihar?). Kami menuju mushalla setelah pembina menyuruh shalat subuh.
Kegiatan pagi ini adalah jalan jantung sehat. Pulang dari mushalla kami cepat berganti pakaian dengan pakaian olahraga. Awalnya seperti biasanya buka baju gantu celana (tahukan rutinitas ganti baju?). namunmasalah mulai muncul saat pakai jilbab. Kita diwajibkan memakai jilbab putih dan aku tidak punya jilbab sarung putih. Terpaksa aku paki jilban pasang. Sebel.
“ayo ananda semuanya, kita berkumpul!!”seru pembina dari posko. Kami segeara pasang sepatu. Ternyata kesialanku tidak hanya sampai disitu.saat mau pakai sepatu kaus kaki ku hilang raib entah kemana. Kubongkar lagi ini tas ku. Tidak ada. Kuobrak abrik tas temanku. Nihil.Kemana larinya ya?. Ketika kutanya pada teman teman katanya tidak ada yang tahu. Sesak napasku. Guru pembina sudah marah menyuruh kumpul.kaus kakiku belum juga ketemu, padahal itu satu-satunya kaus kaki yang kubawa dari rumah. Akhirnya dengan perasaan dongkol aku pakai sepatu tanpa kaus kaki. Aduh malunya…jadi ingin menangis..(kan Yuni emang suka nangis). Jalan pagi jadi tidak PD dan kurang bersemangat….huh…sebelll…
Setelah jalan pagi kami bantu teman-teman yang piket memasak. Menu pagi ini adalah nasi goreng, temanku banyak yang koki,pada pintar masak. Oya pengumuman berhubung kompor adalah punya aku, maka aku bertugas dibagian menghidupkan kompor, kan biasanya anak buah patuh pada majikannya. Setelah kompor menyala temankupun mulai memasak. Aneh kok api kompornya tidak naik-naik, padahal biasanya dikos kompor itulah yang merajai. Selidik punya selidik ternyata minyaknya lupa dimasukkan. Pantas saja. Apinyapun telah memakan sumbu kompor. Dibantu oleh seorang teman aku mengoperasi komporku. Akhirnya kamipun bisa memasak dengan tenang.
Siang hari disana sangat membosankan karena tidak ada kegiatan yang berarti. Outdoor gagal, hiking batal. Jadinya kami isi hari dengan latihan untuk penampilan nanti malam, dan bermain kartu. Ada pula temanku yang tertidur dengan pulasnya.kami makan siang dengan menu nasi, tribol, dan sup sayur.hmmm……….yammy. kegiatan tak menentupun berlanjut.
Oh…iya dari tadi perasaan tidak ada aku membicarakan soal mandi. Ya itu karena kami satu tenda cewek menjadwalkan hanya satu kali mandi selama KBS berlangsung. Dan jadwal itu jatuh sor ini. Kami membagi personel mandi menjadi dua bagian, sebagian kerumah tantenya Dhanthes, sebagian lagi tempat bekas guruku di SMP dulu. Rumahnya disamping perkemahan.
Malam ini setelah shalat isya acara penampilan kelas akan dilanjutkan. Dan kelasku tampil perdana malam ini. Kamu tahu nggak apa penampilan kelasku?. Judulnya”HANTU GOSSIP”. Dari sini pulalah aku mengambil judul cerita tak karuan ini.untuk penampilan kami semua cewek cowok wajib pakai mukena dan memasang bedak yang sangat tebal di wajah. Jadilah kami para hantu yang manis dan lucu(hantu kok lucu). Ketika kelas kami dipanggil, maka keluarlah para hantu XI.IA.1.
Penampilan kami pada malam minggu. Otomatis lokasi sangat ramai. Sudah seperti pasar malam saja, bedanya disana tidak ada orang jualan kayak pada pasar malam. Ketika kami muncul dari tenda, orang-orang pada bersorak, geli melihat cowok yang pakai mukena. Kami masuk ke arena seperti jalan vampir diringi musik horor dan gegap gempita tepuk tangan dan sorak sorai penonton. Kami beraksi sesuai perintah pemimpin kami yaitu “ketumbar”(ketua hantu ambon arab).
Entah karena kepedean, ketika musik penampilan yel-yel bergema kami bingung lupa irama lagunya apa. Kacau dah. Beruntung para penonton tidak terlalu memperhatikan jadi mereka tidak tahu kami salah. Acara pun berlanjut, kami kini hanya bermodal semangat. Kalau dikaji penampilan sudah hancur bangat. Sepanjang tampil penonton tidak henti-hentinya bersorak. Kami makin bersemangat bergosip.
Penampilan kami akhiri dengan acara ultah dua orang temanku yaitu Hamdi dan Bryan, serta ucapan met ultah untuk SMAN 3. dan kami keluar dari arena dengan perasaan senang. Walas kamipun senang dan mengucapkan selamat pada kami. Tak ada satupun yang tahu kalau penampilan kami akan membuahkan masalah.
Penampilan berikutnya adalah kelas X3 . mereka membuat acara kejutan ultah untuk temannya, Miza. Penonton mulai hilang satu persatu, mereka kira siswa sepuluh tiga akan berzikir dan bertafakur. Dan penampilan terkhir adalah kelas XI.IA.2. yang menampilkan sebuah drama horor yang menegakkan bulu kuduk. Acara pun berakhir. Aku tak tahu bahwa salah satu temanku menangis sepanjang malam karena katanya penampilan kami telah membuat hubungannya rusak dengan sahabatnya. Kami mencoba minta maaf dan menjelaskan padanya bahwa itu hanya untuk bahan tertawaan bukan yang senbenarnya. Tapi tak kami sangka dia malah menyalahkan kami. Akhirnya karena tersinggung kami membiarkannya.
Ketika itu akupun ikut merasa bersalah dan aku menemui sahabatnya yang lain. Namanya zahra. Kata zahra keretakan hubungan mereka bukanlah karena acara IA.1 tapi memang masalah mereka pribadi.akupun lega mendengarnya. Acara penutupa KBS dengan api unggun dilaksanakan tengah malam. Dengan berakhirnya acara itu berkhirlah acara KBS kami. Semua siswa kembali ke tenda masing-masing. Beristrahat dan besok pagi akan pulang kerumah masing-masing.
Paginya kami semua pulang setelah sebelumnya kami bergotong-royong membersihkan lapangan perkemahan. Hamhhhh……….. berakhirlah acara KBS yang melelahkan ini. Kami kembali ke habitat masing-masing. Selamat tinggal Padang Ganting.
===============SELESAI===============
04 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar